Whence
Hei-tiki (liontin batu hijau)
Penemuan

Dari mana asal Hei-tiki (liontin batu hijau)?

Hei-tiki berasal dari Selandia Baru (Aotearoa). Liontin leher Māori berbentuk sosok manusia ini biasanya diukir dari pounamu, batu hijau Selandia Baru, dan hei-tiki tua dihargai sebagai taonga, pusaka yang diwariskan turun-temurun.

Sosok yang dikenakan di leher

Hei berarti sesuatu yang digantung di leher, dan tiki adalah nama Māori untuk sosok manusia. Dalam tradisi Māori, Tiki juga manusia pertama, dan satu teori mengaitkan liontin ini dengannya. Sosok-sosok itu berwujud perempuan atau tak berkelamin. Makna persisnya tidak jelas: sebagian orang melihatnya sebagai kenangan bagi leluhur, yang lain mengaitkannya dengan kesuburan dan persalinan, dan hei-tiki sering diberikan keluarga suami kepada seorang perempuan yang sulit hamil.

Dibentuk oleh kesabaran

Hei-tiki paling berharga diukir dari pounamu, nefrit atau bowenit yang dihargai karena keindahan, ketangguhan, dan kekerasannya yang tinggi; nefrit ditemukan di Pulau Selatan. Batunya mungkin mula-mula dipotong berbentuk mata beliung kecil, dan kepalanya yang miring menghemat batu yang berharga. Batu itu dihaluskan dengan cara digosok bahan pengampelas, lalu perlahan dibentuk dengan kayu dan air. Setelah dipoles lama, liontin digantung pada tali anyaman rami, dan matanya sering bertatahkan cincin cangkang pāua.

Mengapa orang teringat Hawaii

Ukiran tiki membuat banyak orang teringat Hawaii, tetapi gambaran itu sebagian besar datang dari daratan utama Amerika. “Budaya tiki” Amerika bermula pada 1933 dari sebuah bar bertema Polinesia di California, dan namanya diambil dari Tiki Māori. Bar tiki juga dibuka di Hawaii, dan setelah Hawaii menjadi negara bagian AS pada 1959, para peselancar di California memakai kalung tiki. Padahal orang Hawaii tidak memakai kata tiki: kata mereka adalah kiʻi. Hei-tiki sendiri adalah Māori, diukir dari batu Selandia Baru.

Sumber: en.wikipedia.org › Hei tiki ↗ · en.wikipedia.org › Tiki culture ↗ · artsandculture.google.com ↗ · canterburymuseum.com ↗

Penemuan lainnya

Cerita lain dari Oseania